Dipublikasikan: 18 Juni 2026

Datacenter AS Jadi Medan Perang Politik, Warga Mulai Tolak

Di Pennsylvania, AS, perang soal datacenter pecah. Gubernur mau bangun, warga dan politisi lokal nolak. Ternyata ini bukan soal NIMBY biasa. Ada politik besar di balik AI boom.

Lo pikir bangun datacenter itu gampang? Coba lihat apa yang terjadi di Pennsylvania, Amerika Serikat. Konflik soal pembangunan datacenter yang lagi nge-boost AI boom malah jadi ajang adu domba politik. Gubernur Josh Shapiro pro banget, tapi warga dan banyak politisi lokal teriak, "We don't want it."

Kenapa datacenter jadi masalah?

Datacenter emang butuh lahan gede, listrik banyak banget, dan air buat cooling. Di Pennsylvania, rencana pembangunan datacenter skala besar berbenturan sama kepentingan warga yang khawatir soal lingkungan, nilai properti, dan kualitas hidup. Ini bukan cuma soal "jangan di halaman belakang saya" biasa. Ada kekhawatiran serius soal dampak lingkungan dan beban infrastruktur listrik yang mungkin nggak sanggup.

Politik di balik AI boom

Yang menarik, konflik ini nunjukin betapa kompleksnya hubungan antara teknologi dan politik lokal. Gubernur Shapiro ngeliat datacenter sebagai mesin ekonomi baru yang bisa bikin lapangan kerja dan investasi. Tapi di sisi lain, banyak pihak ngerasa keputusan diambil terlalu cepat tanpa kajian matang. Padahal, datacenter ini nggak bisa dipisahin dari AI boom yang lagi terjadi. Semua perusahaan AI butuh datacenter buat training dan inference model-model mereka.

Datacenter emang backbone dari ekonomi digital modern. Tapi pembangunannya nggak bisa asal-asalan. Pennsylvania ngasih kita pelajaran berharga: teknologi setinggi apa pun tetap harus berurusan sama realita di lapangan, termasuk politik dan warga.

Sumber: How the fight over US datacenters is scrambling this state's politics: 'We don't want it'