Dipublikasikan: 18 Juni 2026
Prancis Buang Palantir, Pilih Solusi AI Buatan Sendiri
Prancis mutusin berhenti pake tools AI dari Palantir. Mereka beralih ke penyedia lokal ChapsVision demi strategic dependency. Apa artinya buat industri AI global?
Ini baru berita menarik buat lo yang ngikutin geopolitik teknologi. Prancis mutusin untuk ninggalin tools AI dari Palantir, perusahaan data analytics asal AS yang terkenal kontroversial itu. Mereka pindah ke penyedia lokal, ChapsVision. Alasannya? Strategic dependency atau ketergantungan strategis. PM Prancis Sebastien Lecornu bilang langsung: "Kita nggak bisa bergantung sama tools buatan negara asing."
Ada apa dengan Palantir?
Palantir emang jadi pemain besar di bidang AI data analytics, terutama buat intelijen dan keamanan. Produk mereka kayak Gotham dan Foundry udah dipake banyak lembaga pemerintahan di berbagai negara. Tapi masalahnya, Palantir adalah perusahaan AS, dan data yang diproses lewat tools mereka secara nggak langsung bisa diakses atau setidaknya diatur oleh hukum AS. Buat negara kayak Prancis yang punya ego soal kedaulatan, ini jadi masalah besar.
ChapsVision, siapa sih?
ChapsVision adalah perusahaan AI asal Prancis yang bergerak di bidang data analytics dan cybersecurity. Mereka ngembangin platform yang katanya bisa ngolah data dalam jumlah besar dengan standar keamanan tinggi. Dengan pindah ke ChapsVision, Prancis berharap data intelijen mereka tetap aman dan nggak ada celah buat pihak asing mengaksesnya. Ini juga jadi sinyal buat pasar: Eropa mulai serius bangun industri AI sendiri.
Pindah dari Palantir ke ChapsVision bukan cuma soal ganti vendor. Ini tentang kedaulatan digital. Negara-negara mulai sadar bahwa AI bukan cuma teknologi, tapi juga instrumen kekuasaan. Yang bisa ngontrol data dan algoritma, dia yang punya kendali.
Sumber: France to ditch Palantir's AI data tools in favour of domestic provider